Gudang Informasi

Kumpulan Software, Template Seo, tips trick, Games Terupdate

LightBlog
Responsive Ads Here

Saturday, April 26, 2014

waspada Melakukan Dosa, Bertobat, Lalu Melakukan Dosa Lagi = FASIK

Apakah yang dimaksud dengan ORANG FASIK? Apakah hukuman Allah untuk orang-orang fasik?

QS. As Sajdah (32) : 18 - 20





afaman kaana mu'minan kaman kaana faasiqon, laa yastawuun
[32:18] Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? Mereka tidak sama.

ammalladziina aamanuu wa'amilush-shoolihaati falahum jannaatulma'waa nuzula, bimaa kaanuu ya'maluun
[32:19] Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.
wa-ammalladziina fasaquu fama'waahumun-naar, kullamaa arooduu ay-yakhrujuu minhaa u'iiduu fiihaa waqiila lahum dzuuquu 'adzaaba alnnaarilladzii kuntum bihi tukadz-dzibuun
[32:20] Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya." 
Maka jika kita telah melakukan diantara 10 Dosa Besar, lalu bertobat. Namun dalam kurun waktu beberapa lama lagi, kita melakukan diantara 10 Dosa Besar lagi. Maka jika itu yang terjadi, kita digolongkan masuk ke dalam Golongan Orang Fasik.
Di QS. As Sajdah (32) : 20 disebutkan bahwa orang-orang fasik akan Allah masukkan ke dalam neraka jahanam. Dan kita sudah mengetahui bahwa neraka itu juga berada di dunia, yaitu musibah, kesulitan, kesusahan, dililit hutang, tidak dikarunia anak oleh Allah, mengalami kecelakaan, dsb.
Ust. YM mengatakan pengibaratan orang fasik itu seperti ular yang mau keluar dari lubangnya. Setiap kali dia akan keluar dari kesulitan, Allah memasukkan lagi orang fasik itu ke dalam lubang neraka / lubang kesulitan. Na'udzubillaahi min dzalik.
Oleh karena itu Saudaraku, marilah kita bertobat dengan sungguh-sungguh (Taubatan Nasuuha), membenci segala perbuatan dosa dan tidak mengerjakan lagi perbuatan dosa.